Sabtu, 05 Maret 2016

Jakarta - Belum ada bantuan signifikan untuk warga Jl Pagujaten, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, yang dilanda banjir. Warga hanya bisa menunggu sambil berupaya menyelamatkan barang berharga.

Banjir di RT 1/7 Pejaten Timur (Jabbar/detikcom)


Warsini, warga RT 1/7, sangat kerepotan dengan datangnya air secara tiba-tiba, Sabtu (5/3/2016). Dia harus memindahkan kulkas ke rumah tetangga di lokasi yang lebih tinggi.


Warsini memilih hanya mengungsikan barang-barang berharganya ke rumah tetangga yang lokasinya lebih tinggi. Dia memilih membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah.

"Air pertama datang pukul 01.00 WIB dan airnya bening. Terus dateng lagi sekitar pukul 04.00 WIB tapi airnya butek. Airnya juga jadi tambah tinggi," kata Warsini yang mengatakan banjir awalnya setinggi 60-70 cm kini berkurang menjadi 20-30 cm.

"Sekitar pukul 05.00 WIB air mulai surut," ucap dia.

Warsini menuturkan banjir sudah datang dua kali dalam sepekan ini. Pertama pada Minggu (28/2/2016) pukul 13.00 WIB dan dini hari tadi.

Tanggul Dekat Kali Ciliwung (Jabbar/detikcom)

Warsini rumahnya dekat dengan Kali Ciliwung. Di wilayahnya sempat dibuang tanggul di pinggir kali.

"Nah kalau rumah saya masih ada tuh tanggulnya. Kalau di sebelah mungkin tanahnya sudah kebawa air. Jadi airnya masuk," tutur Warsini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar